panduan merawat ikan air tawar dengan tepat

Estetika biota laut yang beranekaragam membuat pandangan mata seolah tak pernah henti untuk mengaguminya. Apalagi biota laut seperti ikan hias. Berbagai ikan hias ini seolah memberikan pesona yang menawan bagi siapapun yang melihatnya. Hewan air ini bagian dari dekorasi untuk mempercantik rumahnya dijadikan oleh ikan hias memang mempunyai daya tarik tersendiri yang membuat manusia alhasil memilih untuk.

Kehadiran ikan hias di dalam kediaman rupanya memberikan aneka manfaat bagi manusia. Ikan hias yang ada di dalam akuarium turut memberikan nuansa damai, rileks, dan menyenangkan. Aktivitas manusia yang sungguh padat bahkan seringkali dilanda stres imbas terpaan beragam macam urusan mampu terurai dengan melihat gerak-gerik ikan di dalam akuarium atau kolam.

Beberapa orang mungkin tertarik untuk memelihara ikan hias, tapi atekun lantaran seringkali ikan hias yang dipelihara dalam akuarium atau kolam tidak susah mati. Ikan hias di dalam akuarium atau kolam tak bakal mati tanpa sebab. Bisa jadi ada kesalahan dalam cara pemeliharaannya. Berikut ini sejumlah langkah-langkah memelihara ikan hias yang dianjurnya, diantaranya :

1. Pilihlah ukuran akuarium atau kolam sesuai ukuran ikan

Krusial sekali untuk menyesuaikan ukuran tubuh ikan hias yang akan dipelihara dengan tempat hidupnya nanti. Tempat hidup ikan seperti akuarium, kolam tanah, bak semen, kolam terpal, dan bak fiber glass atau tempat lainnya yang tak bocor dengan berbagai jenis ukuran bisa dijadikan tempat hidup ikan hias.

Hal penting yang perlu diperhatikan dari ekosistem sintesis bagi ikan hias ini dikenal sebagai wajib berfungsi dengan baik dan betul dalam menampung air dan bukan berasal dari materi yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan hias. Adapun sejumlah penjelasan mengenai tempat hidup ikan hias, diantaranya :

Akuarium : Karena mampu terkontrol dengan baik, akuarium dari materi gelas dan kaca lebih gampang digunakan untuk memelihara ikan hias Karena lebih tahan pecah dan ringan, akuarium dari materi arkrilik kualitasnya tidak dekat lebih bagus
Bak fiber glass : tempat penampungan ini dibuat dengan langkah-langkah dicetak dan harus memesan secara langsung ke pabriknya. Kualitasnya tahan pecah, ringan tetapi harganya cukup mahal. Bak fiber glass biasanya digunakan laboratorium riset atau pedagang-pedagang/pengusaha ikan hias.
Kolam tanah : Kolam tanah untuk pemeliharaan ikan digunakan ikan-ikan hias atau ikan konsumsi biasaya. Ikan berukuran sedang dan gede biasanya dipelihara dengan menggunakan kolam tanah. Kelagsungan hidup ikan hias snagat tergantung dengan kualitas air di dalam kolam, sehingga wajib selalu diperhatikan mulai dari suhu, derajat keasaman, kandungan oksigen terlarut, dan kecerahan air dalam kolam.
Kolam semen/beton : pembuatan kolam semen/beton dinilai murah, mudah dan ukurannya dapat bervariasi sesuai dengan kebutuhan. Kekurangan dari kolam semen/beton ini perlu waktu yang cukup lama untuk untuk digunakan sampai dampak sindrom bak baru dalam kolam semen/beton lenyap. Perihal lainnya, jika terjadi kebocoran atau rembes dalam kolam tersebut seringkali sulit untuk diperbaiki lagi.
Kolam plastik : kolam plastik dikenal sebagai salah satu penemuan yang digunakan untuk memelihara ikan ikan hias. Plastik yang digunakan harus tebal dan kuat menahan air. Plastik terpal bisa digunakan untuk membuat kolam ini hanya saja harganya memang auh lebih mahal. Kolam plastik direkomendasikan untuk penggunaan dalam waktu pendek saja.
2. Lantaran ikan hias yang agresif tidak boleh dimasukan dalam kolam yang sama dengan jenis ikan yang tidak agresif, ketahuilah jenis-jenis ikan hias yang bakal dipelihara

Sungguh krusial untuk mengetahui jenis ikan hias yang bakal dipelihara Agar tidak salah dalam pemeliharaannya, ciri-ciri makhluk hidup seperti ikan hias ini harus dipantau dan diamati dengan benar Ciri-ciri ekosistem air tawar sebaiknya disesuaikan dengan akuarium yang bakal menjadi tempat hidup ikan-ikan hias ini, kalau ikan hias tersebut jenis ikan air tawar. Adapun sejumlah jenis ikan hias yang bisa dijadikan peliharaan dan mempercantik ruangan di dalam kediaman, diantaranya :

Ikan Cupang : Ikan ini sangat menawan dengan warna-warni tubuhnya yang aneka serta keindahan dari ekor ikan cupang dengan aneka macam bentuk. Ukuran tubuh ikan ini kecil. Ikan cupang tidak disarankan untuk berada dalam tempat yang sama dengan ikan cupang lainnya, lantaran ikan-ikan tersebut bakal saling serang nantinya.
Ikan Guppy : Ukuran tubuh ikan guppy cuma berkisar 2,5 cm. Ikan guppy tidak sedikit dipelihara karena memiliki estetika warna dan bentuk siripnya. Ikan guppy sungguh cocok dipelihara dalam akuarium tidak besar.
Ikan Arwana : salah satu jenis ikan hias yang memiliki sisik unik. Ikan arwana termasuk dalam ikan purba dengan ukuran tubuh sepanjang satu meter dan ukuran telur sebesar telur puyuh. Ikan hias ini sungguh popular di Indonesia dan dijual dengan harga yang tidak rendah.
Ikan Louhan : Ikan hias ini mempunyai warna yang cantik, dengan benjolan di kepala yang menjadi daya tariknya. Semakin besar benjolan yang ada, semakin tinggi pula nilai jual ikan ini. Ikan louhan termasuk jenis ikan yang agresif dan tergolong dalam ikan karnivora.
Ikan Mas Koki : Ikan hias ini memiliki warna-warna tidak jernih, dengan variasi bentuk yang aneka.
Ikan Discus : Karena disesuaikan dengan warna dan ukuran ikan discus, ikan hias ini dijual dengan harga yang tidak rendah Ikan discus tergolong dalam jenis ikan high class yang bergengsi.
Ikan Koi : Ikan hias ini merupakan hasil persilangan antara ikan mas warna merah dan putih. Ikan koi membutuhkan banyak ruang untuk bergerak sehingga membutuhkan kolam ukuran sedang.
Ikan Oscar : Ukuran tubuh ikan Oscar mirip dengan ikan gurame atau nila yang sering dikonsumsi. Tetapi perbedaan mencoloknya dari segi warna dan termasuk ikan yang juga popular untuk dijadikan peliharaan.

3. Pisahkan ikan yang tak bugar dari akuarium

Setiap makhluk hidup memang bakal melakukan hemeostasis dalam ekosistem untuk mempertahankan hidup. Tetapi, keadaan ikan yang tak bugar karena jamur, cacing maupun penyakit lainnya harus segera dipisahkan dari akuarium biar tidak menular kepada ikan lainnya. Jangan pernah mencampur ikan yang ukurannya besar dengan ikan yang berukuran kecil.

4. Aturlah arus air dalam akuarium/kolam

Sejumlah jenis ikan hias mesti memiliki arus air yang sesuai dengan habitat aslinya supaya sistem pernapasan pada ikan, sistem peredaran darah pada ikan, sistem ekskresi pada ikan mampu berjalan baik dan ikan tetap bertahan hidup. Mulai dari penggunaan filter air yang bisa menyembur dan mengalir, di depan semburan wajib menggunakan batu atau wajib ada karang pembatas.

5. Gunakanlah air bersih

Cara hewan dapat beradaptasi dengan likungannya mampu dilakukan saat lingkungan tersebut berkualitas baik. Air merupakan komponen utama yang menjadi sarana kehidupan bagi ikan hias. Mutu air yang bersih sungguh berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan-ikan hias. Kalau keadaan kolam sudah keruh/kotor, maka wajib segera diganti dengan air yang baru. Pergantian air dalam akuarium dilakukan sekali dalam seminggu.

6. Berilah makanan dengan teratur

Ikan merupakan bagian dari sistem rantai makanan yang ada. Makanan untuk ikan diberikan dengan teratur dangan komposisi tidak terlalu banyak tetapi sering. Ini dikenal sebagai salah satu langkah-langkah untuk agar akuarium susah kotor lantaran sisa makanan. Jumlah makanan yang diberikan haruslah sesuai dengan jumlah ikan yang ada.

Memilih ikan hias untuk dijadikan hewan peliharaan boleh saja. Namun harus tetap diimbangi dengan pelestarian ekosistem dari ikan-ikan hias tersebut. Ikan hias dikenal sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem. Menjaga habitat asli ikan hias merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan hidup hewan air ini. Sebetulnya, pelestarian ekosistem laut dan darat dikenal sebagai pekerjaan bersama sebagai salah satu cara menjaga keseimbangan ekosistem.